Searching...

Setelah Kesulitan Pasti Ada Kemudahan

Setelah Kesulitan Pasti Ada Kemudahan

Di suatu tempat tinggallah seorang anak bersama kakak dan neneknya. Di saat itu seperti kebiasaan anak pada umumnya seorang anak ingin memiliki sesuatu yang kadang tanpa ia ketahui harus memiliki seketika itu juga. adalah seorang anak bernama Radzi. Namun ada yang berbeda dari raut wajahnya hari itu. Tidak seperti biasa, tiba-tiba ia menyimpan tas nya dengan sedikit membanting. Dan marah-marah pada kakaknya.“Kakak, aku kesal. Aku sudah susah-susah menghafal untuk ulangan hari ini. Ngsnamun nilai yang aku dapat hanya 6. Sedangkan teman sebelahku, dia jarang sekali menghafal sekolahpun jarang. Tapi dia mendapat nilai 9. Aku kesal, kak,” teriak dia pada kakaknya. Belum kakaknya menjawab, Radzi tiba-tiba mengeluh lagi. “Aku juga capek kak. Orang lain setelah pulang sekolah tidak perlu membantu ibunya. Tapi aku, aku harus bantu nenek buat kue. Bantu kakak untuk beres-beres rumah. Aku capek, kak.“Aku juga capek, tiap hari harus berjalan kaki pergi ke Sekolah. Sedangkan teman yang lain diantar pake ojeg. Aku mau naik ojeg juga kak.“Aku juga capek jadi anak baik. Aku baik ke semua teman-teman sekelas. Tapi mereka tak pernah baik pada ku kak. Aku capek” air mata Radzi mulai keluar.” Kakak dan neneknya hanya tersenyum melihat keluh kesahnya Radzi. Tiba-tiba sang kakak mengajak Radzi pergi jalan-jalan.
Mereka berdua menyusuri jalanan sepi. Sepertinya belum pernah ada orang yang melewati jalan itu. Namun Radzi tetap mengikuti kakaknya. Saat sudah setengah perjalanan. Mereka harus melewati jalanan lumpur. Tiba-tiba sang adik berkata “Kak, ini mau ke mana sih? Jalanannya penuh lumpur. Jangan – jangan ini lumpur hidup kak?” Kakaknya tersenyum. “Ayo lanjutkan. Ini aman kok,” ucap sang kakak. Setelah jalanan lumpur habis, mereka dihadapkan pada jalanan yang banyak sekali tanaman berduri. Mereka harus hati-hati melewatinya, kalau tidak maka duri itu menancap kulit mereka. Sang adik mulai mengeluh lagi. “Kakak, aku tidak mau melewati jalan ini,” teriaknya. “Kita pulang aja kak. Ayo pulang…” Bukannya menuruti permintaan adiknya, sang kakak malah menuntun dia melewati jalanan berduri itu. Sesekali mereka tertancap oleh duri yang menempel pada tanaman di sana. Setelah jalanan duri habis, terlihatlah tanjakan dengan banyak batuan. Tanjakannya tidak terlalu curam sih. Namun lumayan menguras tenaga mereka. Seperti biasa Radzi merengek dan mengeluh. Namun dengan sabar kakaknya terus membawa Radzi menyusuri jalanan itu. Dan di akhir tanjakan itu mereka melihat turunan yang dibawahnya terlihat danau yang begitu indah. Seakan lupa perjalanan yang sudah ia lewati tadi, Radzi berlari menuju danau itu. “Masya Allah, indahnya kak. Danau kecil yang masih bersih. Airnya pun bening. Dikelilingi pohon-pohonan yang rindang berwarna hijau. Indah sekali kak.” Ucap Radzi. “Kamu tahu kenapa kakak bawa kamu kemari?” tanya kakaknya sambil tersenyum. “Tidak,” ucap Radzi sambil menggelengkan kepala. “Ingat bagaimana jalanan saat kita lewati tadi?. Kita melewati lumpur, jalanan berduri dan tanjakan yang penuh dengan batuan saat menuju kemari. Dan ternyata setelah jalanan tadi ada Danau yang indah didalam nya. Itulah mengapa disini sepi. Orang-orang tau tempat ini. Tapi mereka enggan melewati jalanan yang sudah kita lewati tadi,” ucap kakaknya. “Jadi, kejadian yang aku alami selama ini seperti jalanan yang sulit tadi ya kak? Berarti semuanya akan Allah balas dengan beribu kebaikan? Asal kita sabar. Sama seperti tadi, kita dengan sabar melewati jalanan yang begitu sulit namun akhirnya kita dapat melihat danau yang begitu indah,” ucap Radzi menerangkan. “Ya begitulah, Allah akan menilai semua jerih payah kita di dunia ini. Asal kita sabar, dan selalu menaati perintah Nya. Maka Allah akan menempatkan kita nanti di tempat yang Allah sediakan untuk orang-orang beriman.”

 
Back to top!